Dilema pendidikan

Merujuk pada UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan nasional itu berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Nah… disini jelas bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah untuk menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kenapa iman dan takwa jadi tujuan utama?? Ini sebenarnya yang harus jadi pemikiran kita bersama, bagaimana agar keimanan dan ketakwaan tertanam kuat dalam sanubari peserta didik. Hendaknya apappun mata pelajaran yang diajarkan, selalu bermuara pada persepsi peningkatan iman dan takwa.

Kembali ke pertanyaan tadi; kenapa iman dan takwa jadi tujuan utama pendidikan??

Iman dan takwa itu adalah rasa percaya dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai seorang muslim saya percaya bahwa ilmu itu datangnya dari Alloh SWT, sebagaimana firman-NYA “Dia mengajarkan kepada kalian apa-apa yang tidak dapat kalian ketahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 239)

Artinya ketika tujuan utama pendidikan itu benar-benar kita arahkan untuk membangun rasa keimanan dan ketakwaan peserta didik maka kita telah membangun rasa tanggung jawab dalam diri mereka, mereka selalu merasa diawasi oleh Sang Penguasa sehingga tidak ada celah untuk berbuat keburukan, karena tak satupun perbuatan manusia lolos dari pengawasannya, dan semua yang diperbuat akan dipetanggungjawabkan nanti di hari pembalasan.

Menurut saya, kita saat ini tidak hanya krisis ekonomi, tapi juga krisis akhlak yang dampaknya akan sangat besar tidak hanya saat ini tapi juga nanti puluhan tahun lagi. Kita lihat bersama generasi muda saat ini, sebagian dari mereka terlena dengan budaya-budaya yang tidak semestinya diterapkan disini (Indonesia), bahaya narkoba, seks bebas dan setumpuk bahaya lain yang selalu mengintai mereka, memerangkap generasi muda dalam ketidak berdayaan, melumpuhkan pikiran sehat, mengedapankan fantasi dan angan-angan yang membuat generasi muda semakin larut dalam “nina bobo” yang mematikan.

Saya rasa tidak perlu panjang lebar saya uraikan fenomena generasi muda saat ini yang kita semua tahu dan terpampang jelas dalam kehidupan sehari-hari, di berita dan media-media informasi lainnya yang banyak memberitakan tentang remaja dan generasi muda, entah itu tentang prestasi ataupun tentang tindak kriminal yang kita sesalkan itu terjadi. Mana yang positif dan mana yang negatif, semua sudah jelas!

Ada baiknya kita tak larut dalam penyesalan, mencari solusi dan berkomitmen itu adalah cara bijak untuk memperbaiki kondisi ini.

Disini saya hanya ingin memaparkan beberapa solusi sederhana yang bisa kita lakukan dalam kelas, sesuai dengan peran sebagai pendidik:

1. Arahkan materi yang kita sampaikan untuk lebih dekat dan mengenal Sang Pencipta

2. Uraikan bukti-bukti kekuasaan Tuhan, seperti; penciptaan manusia, langit, bumi, atau sesuaikan dengan disiplin ilmu pendidik

3. Didik mereka agar bersikap sopan santun di kelas, tumbuhkan rasa toleransi, saling menyayangi dan optimisme

4. Ciptakan suasana yang santai, tapi tetap mengutamakan sopan santun dan etika

5. Hendaknya tidak terfokus menyampaikan materi yang sulit, karena tidak semua ilmu yang kita sampaikan “terpakai” oleh anak didik di masa depan mereka kelak.

Semoga tulisan singkat ini menjadi ladang amal untuk saya dan kita semua yang senantiasa mengabdikan diri untuk kebaikan, meningkatkan kualitas pendidikan yang nantinya dari tangan kita lah lahir pemimpin-pemimpin bangsa. Semoga Alloh SWT meridhoi apa yang kita lakukan, Aamiiin_

Wallohu a’lam bisshowab

Iklan

Berikan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s