Metode belajar sederhana, dengan hasil dahsyat!!

Metode Pembelajaran; merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan formal maupun non formal. Dalam dunia pendidikan kita mengenal beberapa metode, antara lain; Metode Curah Pendapat (brainstroming) yaitu metode yang menghimpun gagasan atau pendapat dari peserta didik tentang suatu permasalahan, Metode Sosiodrama yaitu metode yang pelaksaannya berupa peragaan oleh peserta didik tentang karakter tertentu yang didasarkan pada suatu cerita utuh dan didiskusikan. Masih banyak lagi metode pembelajaran yang akan kita bahas nanti di postingan berikutnya.https://clelioch.files.wordpress.com/2010/09/murid.jpg?w=530

Ada satu metode yang menarik perhatian saya untuk diterapkan tidak hanya di dalam kelas tapi di lingkup yang lebih besar lagi yaitu; sekolah. Metode tersebut adalah Metode Diskusi Kelompok Kecil (buzz group) yaitu metode yang pelaksanaannya dengan membentuk kelompok kecil membahas suatu masalah lalu didiskusikan dan dirangkum hasil diskusi tersebut oleh tutor atau guru pengajar.

Nah, maksud saya disini adalah metode ini kita aplikasikan dalam tingkatan yang lebih luas tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas saja tetapi juga dalam keseharian peserta didik di sekolah. Artinya, mereka punya kelompok kecil yang terdiri dari 6 atau 7 orang, membahas pelajaran ataupun hal lain yang masih dalam kapasitasnya sebagai peserta didik. Anggota kelompok bisa dari lintas kelas sehingga ada kombinasi tingkatan kelas di tiap kelompok, anggota kelompok yang paling tinggi tingkatan kelasnya bisa kita amanahi sebagai ketua kelompok dalam kelompoknya. Seorang guru pembimbing turut serta membimbing kelompok ini, bimbingan yang diberikan tidak hanya tentang materi pelajaran tapi tentang berbagai wawasan yang tak terbatas dan mengikuti perkembangan mental spiritual peserta didik. Oleh karenanya guru pembimbing juga dituntut untuk selalu mengupdate wawasannya, baik itu tentang iptek, sosial, agama dan politik (jika dianggap perlu). Seorang guru pembimbing diharapkan bisa membentuk pribadi anggota kelompoknya menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab dan takut kepada Tuhan YME (taqwa).

Pola pendidikan demikian ternyata telah diterapkan oleh Rosululloh SAW ratusan tahun yg silam, ketika beliau memulai kelompok pengajian kecil di rumah seorang sahabat Al Arqam bin Abil Arqam, lalu beliau mengutus Mush’ab bin Umair untuk mengajarkan keluarga muslim di Yastrib (Madinah) tentang Islam, dan Khabbab bin Arts ditugasi untuk mengajarkan sahabat-sahabat bacaan dan hafalan Al-Quran di rumah masing-masing. Yaa, ini artinya beliau memulai pendidikan dengan kelompok-kelompok kecil. Hasil dari metode yang diterapkan Rosululloh ini sudah terbukti, Islam berkembang sangat pesat, menghiasi peradaban dunia mulai dari tanah gersang di jazirah Arab sampai daerah dingin pegunungan di Andalusia (Spanyol).

Ada pepatah lama mengatakan; tanam padi bisa tumbuh ilalang, tapi tanam ilalang tidak tumbuh padi. Artinya pendidikan terbaik sekalipun masih bisa menghasilkan peserta didik yang tidak sesuai harapan, bagaimana dengan pendidikan yang “asal-asalan” ?

Pendidik terbaik dengan metode terbaik, akan menghasilkan peserta didik terbaik pula..

Semoga Alloh tidak meringakan beban yang kita pikul, tetapi memberi kita bahu yang kuat untuk memikul beban apapun_ Aamiiin.

Iklan

Berikan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s