Pentingnya Pendidikan Akhlak

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Akhlak dapat kita artikan sebagai watak dan budi pekerti yang membentuk pribadi seseorang, terealisasi dalam keseharian, dalam bentuk tingkah laku dan pemikiran yang tidak dibuat-buat.

Nah.. akhlak ini perlu dibentuk, dibina dan dibangun diatas pondasi yang benar agar pribadi yang dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Saat ini kita krisis akhlak, kaula muda kita yang sedang mencari jati diri berkiblat pada arah pembentukan akhlak yang salah. Kita lihat bagaimana budaya barat sangat kental memasuki pikiran kaula muda kita, sehingga sebagian dari kaula muda berakhlak kebarat-baratan. Mereka bangga dengan seks bebas, tidak ada lagi batasan antara laki-laki dan perempuan, padahal budaya luhur Indonesia sebagai negara timur, sangat menjaga hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini tercermin dari pola pendidikan di pesantren yang memilah antara laki-laki dan perempuan, dan tidak bisa kita pungkiri bahwa pendidikan di pesantren merupakan salah satu pola pendidikan tertua di Indonesia dan tetap dipakai hingga saat ini.

Secara pribadi saya berasumsi bahwa pendidikan berasrama (boarding school) merupakan pendidikan terbaik untuk membentuk karakter. Kenapa demikian?? Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan asrama bisa dinetralisir dari dampak dan bahaya luar yang bisa merusak akhlak, dengan pola pendidikan berasrama para pendidik bisa menyaring dan menentukan kearah mana pembentukan akhlak akan diarahkan.

Akhlak merupakan pondasi utama kemajuan suatu peradaban. Islam bisa berkembang dengan pesat dan mempengaruhi banyak peradaban di dunia karena Islam mengedepankan akhlak pemeluknya. Sebagaimana Rosululloh SAW sebagai rosul pembawa risalah Islam beliau memiliki akhlak yang sangat mulia. Kemuliaan akhlak beliau terwujud dalam pendidikan yang beliau bangun untuk membentuk generasi-generasi hebat. Muncul lah sahabat-sahabat yang mulia seperti Abu Bakar Asshidiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Abdurrahman bin Auf, Amr bin Ash dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu dalam tulisan ini.

Dari tangan-tangan sahabat inilah Islam berkembang pesat, mewarnai peradaban dunia mulai dari semenanjung Arab sampai ke daratan Eropa, Islam menjadi rahmatan lil alamiin.

Mengenai akhlak Rosululloh, Al-Quran sudah memberitakan hal tersebut dalam surah Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فىِْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلا خِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. al-Ahzab : 21)

Inilah contoh pola pendidikan yang diajarkan Rosul SAW, beliau lebih menekankan pada akhlak bukan pada pengetahuan dan kemampuan IQ. Akhlak yang baik akan mendorong berkembangnya kemampuan dalam diri manusia, menggali potensi yang ada pada dirinya.

Sudah saatnya kita benar-benar fokus meniru gaya pendidikan yang diterapkan Rosululloh SAW, menjadikan akhlak sebagai landasan utama, bukan menngabaikan kognitif tapi membangun kognitif diatas akhlak yang mulia sehingga tidak lagi ada tawuran antar pelajar, bullying di sekolah atau kampus, seks bebas, dan narkoba di kalangan kaula muda kita. Tugas berat memang bagi orang tua dan para pendidik, mengubah paradigma keberhasilan pendidikan itu dari akhlak bukan hany kognitif semata. Sudah terlalu lama kita memvonis bahwa keberhasilan seseorang dalam pendidikan terlihat dari nilai yang tinggi, sehingga alat ukur kita hanya nilai dan hasil ujian. Inilah saatnya kita mengubah paradigma itu, menjadikan akhlak diatas segalanya, menjadikan akhlak sebagai alat ukur utama keberhasilan pendidikan seseorang, percuma nilai bagus jika akhlak belum mulia, justru kecemerlangan otak dan kepintarannya akan menjadi boomerang bagi masyarakat. Bukankah koruptor-koruptor di negara ini adalah orang-orang pintar dan hebat yang berpendidikan formal tinggi???

Semoga Alloh SWT memberikan kita bahu yang kuat agar kita kuat memikul beban apapun, semoga Alloh SWT meridhoi langkah kita, menjadikan tugas mulia ini menjadi amal yang nantinya akan bersaksi dihadapan Rabb semesta alam bahwa kita pernah berkeringat untuk pendidikan akhlak anak bangsa ini.. Aamiiin ya Rabb.

Wallohu a’lam bisshowab_

Iklan

Berikan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s